Balaikliring Keanekaragaman Hayati Nasional KLH

English (United Kingdom)Indonesian (Indonesia)
Home Sumatera Lampung

Lampung

E-mail Cetak PDF

IDENTITAS FLORA FAUNA PROVINSI LAMPUNG

BUNGA ASHAR
Mirabilis jalapa L.
Nama lain: Bunga Pukul Empat, Kederat, Hoja
Suku: Nyctaginacea
GAJAH SUMATERA
Elephas maximus sumatrae Linnaeus
Nama lain: --
Suku: Elephanidae
 

 

BUNGA ASHAR

Latar Belakang

Bunga Ashar mekar pada sore hari, dan bunga ini dipergunakan sebagai pertanda telah masuknya waktu Shalat Ashar bagi masyarakat yang beragama Islam pada jaman dahulu. Bunga ini disenangi oleh masyarakat Lampung semenjak Agama Islam masuk ke daerah Lampung sekitar abad ke IV. Oleh karena bunga tersebut berkaitan dengan petunjuk waktu sholat, maka penduduk desa di jaman dahulu banyak menanam bunga tersebut di pekarangan rumah atau di depan pondok (Surau) dan kebiasaan ini sampai sekarang masih banyak kita temui di pelosok/di desa-desa masyarakat Lampung. Bijinya yang berdaging (lembaga) berwarna putih pada jaman dahulu digunakan untuk bahan bedak.

 

Pertelaan

Bunga Ashar merupakan tanaman hias, pada umur 3 bulan tanaman ini baru mulai berbunga. Bunganya seperti terompet kecil, warna bunga tergantung jenisnya, ada yang merah, putih, kuning, bahkan kadang­kadang dalam satu pohon terdapat warna campuran. Batangnya tebal dan tegak tidak berbulu dan banyak bercabang-cabang. Daunnya berbentuk seperti gambar hati berujung runcing dan panjangnya 3 - 15 cm. lebarnya 2 - 9 cm. Bijinya bulat berkerut, jika sudah masak berukuran 8 mm. Pada waktu muda bijinya berwarna hijau, kemudian berubah menjadi hitam kehitaman. Akhirnya pada saat matang bewarna hitam sepenuhnya. Tanaman ini biasanya tumbuh liar tidak terpelihara.

 

Ekologi

Bunga Ashar merupakan tanaman tropis, dapat tumbuh sampai ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Suhu yang dikehendaki berkisar antara 26 - 30º C, meskipun suhu lingkungan sejuk, namun demikian juga membutuhkan sinar matahari yang cukup. Tanah yang dikehendaki untuk pertumbuhan Bunga Pukul Empat adalah tanah yang gembur, subur, dengan pH tanah 6 - 7.

 

Musim Berbunga

Bunga Ashar atau Bunga Pukul Empat berbunga sepanjang tahun.

 

 

 

GAJAH SUMATERA

Latar Belakang

Penyebaran dan jumlah gajah di daerah Lampung cukup tinggi. Pusat Pendidikan Latihan Gajah (PLG) terdapat di Way Kambas Kampung Tengah, yang merupakan langkah pemerintah dalam menjinakkan gajah liar yang sampai saat ini masih mengganggu masyarakat petani di pinggir lokasi habitat. Masyarakat Lampung mempopulerkan dengan nama Gadjah Lampung, dan untuk pertama diperkenalkan melalui pertunjukkan sepak bola gajah di arena pembukaan MTQ XV Tahun 1988 di Lampung. Mengingat tingkat populasi satwa gajah yang rendah, maka gajah di Indone­sia dilindungi sejak tahun 1931; berdasarkan Undang-undang dan Peraturan Perlindungan Binatang Liar Th. 1931 No. 134 dan No. 266.

 

Pertelaan

Tinggi gajah jantan dewasa yang ada di Lampung dapat mencapai 3 meter, yang ditunjukkan dengan memiliki gading, sebagai gambaran sekilas yaitu, gajah yang bergading adalah gajah jantan dan umumnya dengan bentuk tulang punggung rata adalah gajah betina. Berat gajah jantan dewasa mencapai 4 ton, sedangkan anak gajah yang baru dilahirkan mempunyai berat 75 - 100 kg.

Gajah Sumatera berwarna coklat gelap sampai mendekati hitam. Kedewasaan ditunjukkan dengan warna kulit dengan bintik-bintik coklat terutama pada telinga dan leher. Bentuk dan ukuran telinga gajah adalah segitiga dan kecil. Apabila daun telinga bergerak kebelakang, maka lekukannya sampai menutup leher. Pendengarannya jauh lebih baik dibandingkan dengan penglihatannya. Belalai gajah pada saat tidak aktif dapat mencapai tanah dari tempat gajah berdiri. Belalai dapat berfungsi sebagai alat pencium peraba. Belalai juga ber­fungsi untuk mengambil air minum, memiliki kapasitas (daya hisap) mencapai 7 - 10 liter air. Kuku kaki gajah depan berjumlah 5 dan kuku kaki belakang berjumlah 4. Kuku berfungsi sebagai pelindung ujung kaki pada waktu membentur benda disaat sedang berjalan. Gading yang menjadi kebanggaan gajah jantan merupakan bagian dari gigi seri dari bahan email.

 

Habitat & Penyebaran

Gajah Sumatera, seperti halnya gajah Asia lainnya, tidak tahan panas matahari dan pada siang hari mencari naungan di tengah-tengah hutan lebat. Kadang-­kadang dikunjunginya sungai atau kolam untuk berendam. Gajah juga senang mandi lumpur untuk memperoleh lapisan lumpur yang perlu untuk mencegah gigitan serangga. Di Indonesia, gajah dapat ditemukan di Sumatera (E.m. sumatrae) dan di Kalimantan (E.m. indicus). Di luar Indonesia, gajah banyak terdapat di beberapa tempat seperti Srilangka, India dan di daratan Asia Tenggara.

 

Makanan

Mereka makan daun-daunan atau umbut-umbut muda dan berbagai macam palma, tanaman merambat atau rumput-rumputan. Mereka juga suka tanam­-tanaman pertanian seperti jagung, pisang, sehingga untuk mendapatkan ma­kanan seringkali mereka menyerbu daerah pertanian.

 

Perkembangbiakan

Gajah mencapai dewasa kelamin pada umur 10 -12 tahun. Dalam satu kelom­pok hanya satu gajah jantan yang berhak mengawini betina yang berahi. Keha­milan gajah betina dapat diketahui dari tegangan kulit perut. Masa kehamilan gajah sampai melahirkan adalah 20 - 22 bulan. Sifat kelahiran tunggal dan anaknya menyusui melalui kelenjar susu. Masa menyususi anak sampai kira-­kira anak gajah berumur 2 tahun atau paling tidak sampai gajal betina hamil lagi.
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 17 Juni 2010 03:32 )